5 Penyebab Sulit Memiliki Anak Kedua Kwandang

Susahnya hamil anak kedua disebabkan oleh berbagai macam hal, bisa karena kesehatan orang tua atau faktor eksternal mari cek artikel berikut ini

Bagi sebagian orang tua, cara kerja untuk mempunyai si kecil kedua tak semudah saat memiliki anak pertama. Ini dapat disebabkan oleh bermacam hal, dan metode menyelesaikannya pun mesti disesuaikan dengan penyebabnya.
Ada sebagian hal yang bisa menyebabkan Bunda dan Ayah susah untuk memiliki buah hati kedua, yakni:
1. Bunda sudah berusia 35 tahun atau lebih
Usia yakni penyebab utama seorang wanita mengalami kesulitan untuk hamil buah hati kedua. Ketika ini sebab kesuburan wanita yang berusia di atas 35 tahun secara alami telah menurun drastis.
2. Kualitas air mani Ayah menurun
Berdasarkan penelitian, 40% kasus infertilitas sekunder disebabkan oleh menurunnya kwalitas sperma. Penurunan kwalitas sperma bisa disebabkan oleh beberapa unsur, seperti obesitas, penyakit darah tinggi, diabetes, atau gonore.
Selain itu, mutu sperma juga dapat menurun dampak kultur merokok, minum minuman memabukkan, dan stres.
3. Bunda atau Ayah memiliki berat badan berlebih
Sekiranya berat badan Bunda atau Ayah berlebih, bisa jadi ini penyebab Bunda dan Ayah susah mempunyai si kecil kedua.
Pada wanita, berat badan berlebih dapat menyebabkan respon sel tubuh kepada insulin terganggu dan kadar hormon testoteron meningkat. Kondisi ini bisa menghambat terjadinya ovulasi, merupakan cara kerja pelepasan sel telor oleh indung telur (ovarium).
Padahal pada pria, berat badan berlebih bisa meningkatkan kadar esterogen di dalam tubuh, sehingga terjadi penurunan jumlah sperma yang diproduksi oleh testis.
4. Gaya hidup Bunda atau Ayah kurang sehat
Mempunyai gaya hidup yang kurang sehat, seperti sering mengisap rokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol, bisa menurunkan kesempatan Ayah dan Bunda untuk mempunyai anak kedua.
Pasalnya, alkohol dan zat-zat beracun dalam rokok dapat mengurangi tingkat kesuburan wanita dan menurunkan mutu air mani pada pria.
5. Bunda menderita polycystic ovarian syndrome (PCOS)

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) yaitu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan hormon pada wanita. Situasi ini bisa saja menjadi alasan mengapa Bunda sulit untuk hamil anak kedua.
PCOS biasanya ditandai dengan menstruasi yang tak teratur. Jadi, sekiranya jadwal menstruasi Bunda tidak teratur, cobalah periksakan diri ke dokter kandungan.
Kecuali itu, susah mempunyai buah hati kedua juga dapat disebabkan oleh riwayat keguguran, infeksi menular seksual, atau infeksi pada kandungan.
Hamil Kecil Kedua Justru Lebih Berat Dibandingkan Hamil Hati Pertama
Jika Bunda berencana hamil anak kedua, pastikan kondisi fisik maupun psikis berada dalam keadaan sehat. Pasalnya, ada sebagian perbedaan yang mungkin Bunda rasakan ketika hamil kedua, mulai dari letak janin lebih ke bawah rahim hingga merasa gampang lelah.
Siapa bilang hamil buah hati kedua terasa lebih mudah ketimbang kehamilan pertama? Walaupun Bunda sudah pernah mengandung sebelumnya, riilnya hamil si kecil kedua bisa terasa berbeda.
Bunda mungkin akan mengalami beberapa gejala kehamilan yang tak dialami pada kehamilan sebelumnya. Ditambah, selain menjaga kesehatan saat hamil kedua, Bunda juga wajib mengurus si kecil dari kehamilan pertama.
Seperti Inilah Keadaan Hamil Si Kedua
Kehamilan si kecil kedua memiliki banyak perbedaan diperbandingkan dikala pertama kali hamil. Berikut beberapa perubahan yang sering dirasakan dikala hamil si kecil kedua:
• Merasakan gerakan janin lebih cepat
Ketika hamil buah hati pertama, Bunda baru bisa menikmati pergerakan janin di umur kehamilan lima bulan. Tetapi saat hamil anak kedua, hal tersebut bisa Bunda rasakan lebih kencang, yaitu ketika umur kandungan memasuki bulan keempat. Ini mungkin terjadi karena Bunda sudah mengenali seperti apa pergerakan janin dalam kandungan.
• Posisi janin terasa lebih ke bawah
Wanita yang hamil si kecil kedua juga akan menikmati posisi janin yang dikandungnya cenderung agak ke bawah rahim. Kondisi ini terjadi sebab otot perut dan rahim menjadi lebih lemah dan melebar akibat kehamilan sebelumnya. Kesudahannya, otot-otot hal yang demikian menjadi tak dapat menyangga janin seperti wajib.
• Badan lebih mudah terasa nyeri
Nyeri punggung bisa Bunda rasakan dikala mengandung si kecil kedua, terlebih jikalau mengalaminya di kehamilan pertama. Menggendong dan mengangkat si kecil pertama juga dapat membuat nyeri punggung benar-benar mungkin terjadi. Kecuali itu, keluhan varises, acap kali pipis, dan kontraksi palsu, juga kemungkinan lebih parah dibanding kehamilan pertama.
• Perut nampak lebih besar
Perbedaan lainnya yang mungkin terjadi ketika hamil anak kedua merupakan perut yang lebih kencang membesar. Ketika ini dapat terjadi sebab rahim Bunda tidak kembali ke ukuran semula sesudah persalinan pertama. Jadi, jangan heran jika pembesaran perut dikala kehamilan kedua akan lebih pesat dibandingi dengan sebelumnya.
• Lebih gampang lelah
Kemungkinan lain yang bisa terjadi saat hamil buah hati kedua yakni Bunda akan merasa lebih pesat lelah. Ini dapat dimaklumi sebab ada si kecil yang juga memerlukan perhatian Bunda. Mengurus Saat Sulung dalam kondisi mengandung anak kedua akan menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dan pikiran Bunda.
Setelah hamil si kecil kedua, Bunda dianjurkan untuk konsisten mempersiapkan diri dengan bagus, sebab tiap kehamilan mempunyai ciri khas dan memberikan pengalaman tersendiri bagi Bunda. Ketika menjalani kehamilan kedua, apa yang dialami satu ibu belum tentu sama dengan yang dialami oleh ibu lain.
Persiapan juga sebaiknya dilakukan dengan melengkapi segala sesuatu untuk mensupport kehamilan dan persalinan. Jangan lupa untuk tetap rutin menjalankan pemeriksaan kehamilan ke dokter.

Menghadapi Kehamilan Kedua, Ini Bedanya dengan yang Pertama
Tetapi mempunyai anak pertama untuk beberapa waktu yang lama, beberapa pasangan umumnya mulai membikin agenda untuk anak kedua. Biasanya tersebut mungkin saja dipicu supaya memiliki sepasang si kecil dengan variasi kelamin yang berbeda. Walau semacam itu, memang perkara macam kelamin akan susah untuk diatur semenjak permulaan kehamilan.
Tapi, hal yang semestinya diperhatikan, ternyata terdapat beberapa perbedaan dikala seseorang menghadapi kehamilan kedua dibanding yang pertama. Memang beberapa sumber beranggapan, ibu yang sedang hamil untuk kedua kalinya akan menikmati pengalaman yang berbeda. Berikut yaitu beberapa perbedaan dikala seseorang menghadapi kehamilan kedua dibanding pertama!
Perbedaan Menghadapi Kehamilan Kedua Dibanding yang Pertama
Karenanya, seorang ibu hamil akan merasa lebih nyaman dan tenang dikala menghadapi kehamilan yang kedua. Saat tersebut sebab dirinya merasa sudah memiliki pengalaman akan hal hal yang demikian. Tapi, ibu patut konsisten menjaga kebugaran lahiriah dan mental supaya kandungan konsisten sehat sampai dilahirkan dan menghindari persoalan yang dapat muncul.
Kecuali dari itu, amat penting untuk selalu memandang riwayat kesehatan yang sudah terjadi ketika hamil pertama kali, supaya bisa dihindari untuk menghadapi kehamilan kedua. Si, terdapat beberapa hal yang berbeda bisa terjadi diperbandingkan dikala ibu menjalani kehamilan yang pertama. Berikut sebagian hal yang dapat terjadi saat menghadapi kehamilan kedua:
1. Masa Kehamilan Terasa Lebih Lahiriah
Perbedaan pertama yang dapat terjadi dikala menghadapi kehamilan kedua dibanding yang pertama adalah masa kehamilan akan terasa lebih pesat. Ketika ini terjadi dikarenakan telah memiliki pengalaman untuk menjalani kehamilan dan lebih siap saat bersiap tiap-tiap harinya untuk berkegiatan. Selain itu, kesibukan mengurus si Si pertama juga membuat waktu berjalan lebih kencang.
2. Perubahan Awal Terlalu Jasmani Berubah
Saat lainnya yang dapat terjadi dikala menghadapi kehamilan kedua merupakan lebih cepatnya perubahan jasmaniah yang muncul. Salah satu hal yang lazim tergoda adalah kenaikan berat badan yang drastis diperbandingkan yang pertama. Kecuali itu, sakit pinggang juga lebih kerap kali terjadi dan lebih terasa saat mengandung buah hati kedua. Selain dari itu, penting untuk menjaga konsumsi makanan sehat supaya tubuh konsisten sehat ketika berkesibukan.
3. Refleks Melainkan Terjadi Lebih Sesudah
Refleks bayi mungkin saja terjadi lebih permulaan ketika seorang ibu menghadapi kehamilan kedua. Namun di dalam perut juga akan terasa lebih aktif, seperti menendang-nendang perut menjadi lebih sering kali. Saat kehamilan pertama, hal ini umumnya terjadi saat usia kehamilan di atas 5 bulan, melainkan akan lebih permulaan saat menghadapi kehamilan kedua walaupun pergerakan tersebut cuma berupa gerakan kecil.
4. Tubuh Terasa Lebih Lelah
Banyak wanita yang menyatakan ketika menghadapi kehamilan kedua akan lebih cepat merasa lebih dibandingkan yang pertama. Memang hal ini dapat diperkirakan, karena ibu wajib mengurus sang kakak selain menjaga kandungan yang berada di perut. Berkurangnya waktu rehat berbanding lurus dengan perasaan lelah yang muncul.
5. Waktu dan Persalinan Lebih Lahiriah
Memang hal ini belum pasti terjadi, tetapi lazimnya seseorang yang menghadapi kehamilan kedua akan merasakan waktu dan pelaksanaan yang lebih pesat dari sebelumnya. Dikala melahirkan untuk yang pertama kali, waktu yang dibutuhkan sekitar 5-12 jam. dikala kelahiran yang kedua, waktu yang dibutuhkan hanya 2 hingga 7 jam.
6. Pemulihan Pasca Melahirkan Lebih Lama
Seseorang yang menghadapi kehamilan kedua mungkin akan lebih lama merasakan pemulihan sesudah melahirkan. Nyeri yang timbul sesudah melahirkan lazimnya ringan dan sebentar untuk kelahiran pertama, tapi bisa terasa sungguh-sungguh tak nyaman dikala kehamilan kedua dan semakin memburuk untuk kehamilan-kehamilan selanjutnya. Ketika ini terjadi sebab tonus otot rahim dikala hamil pertama masih lebih bagus saat berkontraksi.
Itulah beberapa hal yang bisa terjadi ketika ibu menghadapi kehamilan kedua. Melainkan ibu membaca tulisan ini, diharapkan agar lebih mempersiapkan sebagian hal agar dapat mencegah kemungkinan di atas untuk terjadi. Kecuali dari itu, tetap menjaga kebugaran tubuh dan konsumsi makanan sehat seharusnya selalu dikerjakan.